Tidak Disangka! Berikut Ini Daftar Hewan dengan Bentuk Telur yang Jarang Diketahui

Tidak Disangka! Berikut Ini Daftar Hewan dengan Bentuk yang Jarang Diketahui

Bentuk Telur yang Jarang Diketahui

Bentuk Telur yang Jarang Diketahui – Bertelur merupakan salah satu cara hewan untuk berkembang biak menghasilkan keturunan agar tidak mengalami kepunahan dan dapat bertahan hidup di habitatnya. Cara bertelur dan bentuk telur yang dihasilkanpun berbeda-beda dari setiap hewan. Tidak jarang, telur hewan pun terlihat begitu unik dan indah, bahkan terkadang kita tidak mengiranya. Berikut ini adalah beberapa potret telur hewan yang mungkin jarang diketahui orang banyak.

Baca juga : Keputusan PTUN Soal Pemblokiran Internet Papua

Cacing Tanah

Telur cacing tanah berukuran panjang 3,10 mm dan tebal 2,76 mm. Setiap butir telur berisi 1 hingga 3 anak cacing. Telur cacing tanah memiliki struktur yang tersusun atas zat kitin, sehingga sangat tahan terhadap faktor lingkungan berupa suhu, kelembaban dan intensitas cahaya.

Telur cacing tanah berwarna putih kekuningan, kuning kecoklatan dan coklat. Telur yang baru dikeluarkan oleh induk cacing berwarna putih kekuningan, telur yang berumur sedang berwarna kuning dan telur yang hampir menetas berwarna coklat

Telur Lalat

Bentuk telur lalat oval panjang dan bewarna putih diletakkan pada bagian organik yang lembab (sampah dan kotoran binatang dll) pada tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Lalat betina mampu menghasilkan telur sekitar 2000 butir dalam sepanjang hidupnya. Biasanya telur menetas setelah 8-30 jam tergantung dari suhu sekitarnya

Kecoa

Kecoa membutuhkan waktu 30 sampai 40 hari sampai telur menetas. Telur kecoa diletakkan secara berkelompok dan dilindungi oleh selaput keras yang disebut kapsul telur atau ootheca. Satu kapsul telur biasanya berisi 30 sampai 40 telur. Induk kecoa meletakkan kapsul telur di tempat tersembunyi seperti sudut-sudut dan permukaan sekatan kayu dan dibiarkan sampai menetas

Kelabang

Di daerah beriklim sedang, peletakan telur kelabang terjadi di musim semi dan musim panas. Jenis kelabang Lithobiomorpha dan Scutigeromorpha meletakkan telur mereka di tanah yang telah dilubangi kemudian meninggalkannya. Sedangkan jenis kelabang Eophilomorpha dan Scolopendromorpha meletakkan telurnya di lubang dalam tanah atau kayu busuk kemudian kelabang betina tetap bersama telurnya, menjaga dan menjilati mereka untuk melindungi mereka dari jamur.

Jumlah telur yang dihasilkan berkisar dari sekitar 10 sampai 60 butir. Waktu penetasan telur juga sangat bervariasi dan dapat berlangsung dari satu sampai beberapa bulan

Telur Rayap

Saat pertama bertelur, rayap betina mengeluarkan 4 – 15 butir telur. Telur rayap berbentuk silindris dengan bagian ujung membulat dan berwarna putih. Panjang telur bervariasi antara 1 – 1,5 mm. Telur akan menetas setelah berumur 8 – 11 hari

Telur Capung

Capung akan bertelur pada ranting atau daun tanaman yang ada permukaan air. Ada pula capung yang melepaskan telurnya ke dalam air. Induk capung dapat meletakkan telur hingga 100.000 butir. Telur capung diselimuti lendir yang licin jika dipegang. Telur capung akan menetas menjadi larva setelah dua hari hingga satu minggu. Di negara beriklim lebih dingin, telur capung membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas

Sumber : idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.