Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi Saham

Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi Saham,Investasi saham bisa menjadi salah satu strategi finansial yang bisa kamu pilih untuk masa depan. Dengan banyak pilihan saham dari berbagai perusahaan, kamu bisa memilah mana yang bagus untuk portfolio kamu. Kamu bisa mendapat keuntungan berinvestasi saham dari capital gain, dividen sampai tarif pajak. Nah tapi ingat juga, ada juga loh risiko kerugian berinvestasi yang bisa saja terjadi. Apa saja?

Support by Agen388 INDONESIA

1. Capital Loss

whatsapp image 2020 05 29 at 33324 pm e447b5da20fa2971ca69e8363c455bd8 - Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi SahamIlustrasi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Jika di keuntungan ada istilah capital gain, maka risiko kerugian dikenal
dengan nama capital loss. Menurut Financial Planner dari Finansialku, Rista Zwestika, capital loss adalah kondisi di mana investor harus gigit jari karena harga saham yang dibeli ternyata mengalami penurunan sehingga berada di bawah harga beli.

lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=6081&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fbusiness%2Feconomy%2Fhelmi%2Fini 5 risiko kerugian yang bisa muncul dengan berinvestasi saham&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes - Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi Saham“Contoh sederhananya, kamu membeli saham di harga Rp10 ribu dan sekarang harga pasar turun menjadi Rp8 ribu. Bila belum direalisasi atau belum dijual menjadi paper loss, bila sudah dijual maka akan menjadi kerugian investor tersebut,” katanya kepada webhostingreviewsbynerds, Rabu (28/4/2021).

2. Likuidasi

antarafoto ihsg ditutup melemah 020819 aaa 4 7b7016b1620171786e45a3ab4eaccc55 b30754f9cd7825121093e4d71a726133 - Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi SahamIlustrasi IHSG (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Resiko kerugian yang kedua ketika perusahaan tempat kamu menyimpan saham
harus tutup karena dilikuidasi. Misalnya, karena masalah keuangan seperti gagal
membayar bunga, pokok utang, dan alasan keuangan lainnya.

Selain itu, perusahaan jugabisa dibubarkan karena alasan hukum seperti dituntut di pengadilan, melanggar aturan, atau alasan lainnya.

“Jika terjadi perusahaan yang dilikuidasi, kamu sebagai pemegang saham berada di urutan terakhir yang berhak menerima aset, setelah perusahaan membayar pajak, karyawan dan melunasi utang,” kata Rista.

3. Likuiditas

ilustrasi saham 9572cb3bc0e347ff7b9b0435aa3f33be - Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi SahamIlustrasi penurunan saham. IDN Times/Arief Rachmat

Resiko ketiga risiko kerugian karena terjadi likuidtas, yaitu saat investor membeli saham yang jarang dtransaksi d lantai bursa. Menurut Rista, hal ini menjad masalah ketika investor membutuhkan dana dan berencana menjual sahamnya. Jika saham jarang dtransaksikan, otomatis pemilik saham akan sulit mencari pembeli sesuai harga yang dharapkan.

“Kalau investor tersebut sedang benar-benar butuh uang, maka ia terpaksa
menjual di harga yang murah. Ini risiko yang perlu dperhatikan investor,” ujarnya.

4. Suspensi

antarafoto ihsg pertengahan september 2020 menguat 180920 app 1 384a7cdc5f86982cb8589ab399b30e57 - Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi SahamWartawan salah satu stasiun televisi melaporkan pergerakan harga saham dBursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9/2020) (ANTARA FOTO/Adtya Pradana Putra)

Risiko kerugian berikutnya adalah perusahaan terkena suspensi atau
dhentikannya sebuah saham. Sehingga saham tidak bisa dperdagangkan d bursa.

Penyebabnya bisa berbagai hal, namun intinya perusahaan belum memenuhi ketentuan atau aturan bursa.

5. Delisting

antarafoto ihsg 091020 ak 1 5d718c800c42af98f25c79bbc08f86db - Risiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi SahamRisiko Kerugian yang Bisa Muncul dengan Berinvestasi Saham,Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dtutup menguat 14,52 poin atau 0,29 persen ke posisi 5.053,66 (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Resiko kerugian terakhir yang cukup parah dan bisa saja terjad adalah delisting yaitu penghapusan dari pencatatan bursa. Penyebabnya bisa karena permintaan
emiten bersangkutan berdasarkan persetujuan pemegang saham.

“Atau dkeluarkan oleh otoritas bursa karena emiten melanggar aturan atau tidak membayar biaya pencatatan,” kata Rista.