Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Bali Melonjak

Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Bali Melonjak

Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Bali Melonjak

Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Bali Melonjak – Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Bali mencatat penambahan kasus positif virus Corona  bertanbah sebanyak 50 orang hari ini.

Walau demikian, penambahan ini tidak membuat rasio fatalitas mengalami perubahan. Sampai sejauh ini, tingkat kematian yang disebabkan infeksi Covid-19 di Provinsi Bali masih di posisi 1,22 persen. 

Sesuai data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, penambahan satu orang pasien meninggal tersebut tercatat di Kabupaten Buleleng, Minggu. Sedangkan, Senin (17/8), hanya mencatat adanya tambahan kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 45 orang, serta kasus yang sembuh sebanyak 46 orang.

 “Hari ini (kemarin) nihil (kasus) meninggal dunia,” jelas Sekretaris GTPP Provinsi Bali, Made Rentin, dalam keterangannya Senin petang.

Dia menambahkan, bertambahnya kasus yang terkonfirmasi positif itu membuat jumlah secara akumulatif mengalami peningkatan, sebanyak 4.110 orang.

“Penambahan kasus positif COVID-19 terus mengalami peningkatan, sesuai data yang didapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali jumlah kasus positif COVID-19 kembali mengalami lonjakan.

Demikian halnya dengan kasus yang sembuh. Jumlah akumulatifnya sebanyak 3.624 orang. Atau, meningkat menjadi 88,18 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang ada pada posisi 87,77 persen. Sedangkan tingkat kematian masih di persentase yang sama yakni pada 1,22 persen.

“Dengan adanya penambahan kasus yang sembuh, sejauh ini masih ada 436 kasus aktif atau sekitar 10,61 persen,” jelas Rentin seraya menyebutkan, pasien yang kasusnya masih aktif ini menjalani perawatan di 17 rumah sakit rujukan maupun di beberapa tempat karantina bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala klinis.

Meski demikian, dia tetap memberikan catatan bahwa sekalipun jumlah akumulatif kesembuhan pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan, sebanyak 90,19 persen dari kasus yang terkonfirmasi positif memiliki riwayat penularan secara transmisi lokal. “WNI (warga negara Indonesia) yang terkonfirmasi (positif) ini melalui transmisi lokal,” sebutnya.  Karena itu, sambung dia, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai risiko penularan.

“Menjaga diri dan kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Di mana saja, kapan saja. Sehingga antara satu orang dengan orang lainnya saling menjaga,” pungkasnya.