Inilah Negara dengan Kepemilikian Senjata Nuklir Terkuat Dunia

Inilah Negera dengan Kepemilikian Senjata Nuklir Terkuat Dunia

Negara dengan Kepemilikian Senjata Nuklir Terkuat

Negera dengan Kepemilikian Senjata Nuklir Terkuat – Senjata nuklir dijadikan sebagai alat pemusnah dalam konflik antar negara. Kekuatannya juga tak main-main, mulai dari memicu gempa hingga menghancurkan seluruh isi negara yang dituju.

Baca juga : Mahasiswa Penyebab Polisi Tewas Terbakar Divonis 12 Tahun Bui

Kekuatan senjata nuklir yang terparah juga pernah terjadi puluhan tahun yang lalu, yang menyebabkan warganya harus dievakuasi. Kejadian tersebut terjadi di Chernobyl, Ukraina. Dampak dari ledakan tersebut salah satunya adalah lepasnya partikel radioaktif sampai ke atmosfer yang kemudian menyebar dari Uni Soviet hingga Eropa Barat. Menurut ahli butuh waktu 20 ribu tahun untuk menormalkan Chernobyl kembali.

Meskipun berbahaya, tapi beberapa negara masih menyimpan senjata nuklirnya untuk kepentingan negara tersebut. Seperti dikutip dari Army Technology, berikut 9 negara yang memiliki senjata nuklir paling kuat di dunia:

Rusia

Uni Soviet Rusia (USSR) menguji senjata nuklir pertamanya, RDS-1, pada Agustus 1949. Rusia meledakkan senjata nuklir terbesarnya, Tsar Bomba, dengan kekuatan sebesar 50 megaton (setara dengan kekuatan bom Hiroshima) pada tahun 1961. Uji coba senjata nuklir mencapai puncaknya pada tahun 1962 dengan 79 uji nuklir yang diadakan sepanjang tahun.

Saat ini Federasi Rusia memiliki sekitar 8.500 hulu ledak nuklir, termasuk senjata nuklir strategis yang dapat diluncurkan oleh sistem pengiriman jarak jauh, dan senjata nuklir non-strategis dengan tujuan yang lebih rendah dan rentang yang lebih pendek.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mengembangkan senjata nuklir dan satu-satunya negara yang melepaskan senjata nuklir ke negara lain. AS mulai mengembangkan senjata nuklir selama Perang Dunia II dan berhasil menguji senjata nuklir pertamanya pada bulan Juli 1945.

Saat ini AS memiliki persediaan 7.700 hulu ledak nuklir, termasuk lebih dari 2.000 senjata nuklir yang dikerahkan, 2.650 hulu ledak yang tidak digunakan dan sekitar 3.000 senjata yang menunggu peluncuran.

AS diminta untuk mengurangi hulu ledak strategis operasionalnya yang digerakkan pada rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik yang diluncurkan di bawah laut (SLBMs), dan bom ini memiliki berat hingga 1.550 pada 2018 di bawah START.

Prancis

Prancis juga punya senjata nuklir bernama Gerboise Bleu yang pertama kali diluncurkan pada Februari 1960. Prancis mengakhiri uji coba nuklir terakhir ke 210 pada Januari 1996 di Polinesia Prancis.

Saat ini Prancis memiliki sekitar 300 hulu ledak nuklir yang lengkap dengan SLBM di Triomphant-Class SSBNs dan ASMP, rudal udara hingga darat dengan jarak menengah.

China

Republik Rakyat Tiongkok menguji senjata nuklir pertamanya pada Oktober 1964 di Lop Nur di gurun Gobi, provinsi Xinjiang. Mereka melakukan uji coba nuklir sebanyak 45 kali, termasuk 23 uji coba melampaui atmosfer dan 22 di bawah tanah. Uji coba ini dilakukan sampai negara itu menandatangani Perjanjian Larangan Uji Komprehensif (CTBT) pada September 1996.

China memiliki 435 hulu ledak pada awal 1990-an dan jumlah itu turun menjadi 200 hulu ledak pada 2006. Saat ini China diperkirakan memiliki sekitar 240 hulu ledak. Jumlah tersebut bisa saja bertambah sampai saat ini. Hulu ledak nuklir Cina dapat diluncurkan melalui sistem pengiriman udara, darat dan laut.

Inggris

Inggris pernah menguji senjata nuklir pertama pada Oktober 1952. Negara ini melakukan 45 uji coba nuklir. Mereka juga berpartisipasi dalam program pengujian nuklir AS yang berjumlah lebih dari 1.000 uji coba nuklir.

Inggris memiliki 350 hulu ledak nuklir selama 1976-1981 dan dibatasi hingga 185 hulu ledak pada 1999. Stok saat ini mencakup 225 hulu ledak nuklir, termasuk 160 operasi nuklir dan 65 hulu ledak yang tidak dikerahkan. Hulu ledak nuklir aktif di gudang senjata Inggris disampaikan oleh rudal balistik Trident II yang diluncurkan di atas empat kapal selam rudal balistik Vanguard Class.

Pakistan

Pakistan pernah menguji nuklirnya pada Mei 1998, meskipun program senjata nuklir Pakistan sudah dimulai pada tahun 1970-an. Saat ini Pakistan memiliki 100 hingga 120 hulu ledak nuklir. Sebagian besar hulu ledak nuklir diyakini berada di penyimpanan pusat.

Nuklir milik Pakistan diperkirakan akan terus bertambah karena semakin banyaknya pengiriman senjata baru, seperti kapal selam yang bisa meluncurkan rudal balistik. Pakistan saat ini mempertahankan berbagai sistem pengiriman senjata nuklir, seperti rudal balistik jarak menengah, rudal balistik jarak pendek dan udara. Mereka juga diyakini sedang mengembangkan senjata nuklir taktis.

India

India meledakkan uji coba nuklir pertama pada Mei 1974. Uji coba dengan nama kode Smiling Buddah, dinyatakan sebagai ledakan nuklir perdamaian oleh Pemerintah India.

India juga melakukan serangkaian ledakan bawah tanah. Pengumuman uji coba ini tertulis di situs uji coba Pokhran pada Mei 1998. Saat ini India memiliki 90 sampai 110 hulu ledak nuklir. Negara ini memiliki kemampuan untuk meluncurkan senjata nuklir melalui peluncuran darat, udara dan laut.

Israel

Israel memulai program nuklirnya pada 1950-an. Namun uji coba nuklir ini tak dilakukan secara terbuka, karena Israel mengeluarkan kebijakan nuklir yang ambiguitas, yang menyembunyikan status nuklirnya.

Banyak negara yang beranggapan bahwa Israel sudah menghasilkan plutonium yang cukup untuk 100 hingga 200 hulu ledak. Tapi untuk saat ini, Israel hanya memiliki persediaan senjata yang kira-kira hanya 80 hulu ledak.

Israel juga memiliki sistem peluncuran senjata nuklir, seperti rudal balistik jarak menengah berkemampuan nuklir (IRBM), ICBM, kapal selam dan pesawat terbang.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.