Modus Kenalan di Medsos

Modus Kenalan di Medsos

Modus Kenalan di Medsos

Modus Kenalan di Medsos, – Setelah buron akhirnya Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan seorang gadis berinisial OR (16), di Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dari delapan tersangka itu, polisi baru berhasil meringkus enam tersangka, yakni Fikri, Sudirman, Denis, Anjayeni, Diki dan S. Dua pelaku masih buron.

Efri menjelaskan kasus berawal ketika korban berkenalan dengan tersangka Fikri pada awal April lewat media sosial Facebook. Keduanya kemudian menjalin hubungan meski sebatas di dunia maya. Keduanya akhirnya dekat dan menjalin hubungan asmara melalui media sosial, kemudian tersangka Fikri mengajak korban untuk bertemu. Korban yang tidak menaruh curiga dengan gampangnya mau diajak bertemu dengan tersangka Fikri.

Hubungan di dunia maya ini berlanjut di dunia nyata. Pada 18 April lalu keduanya bertemu. Fikri menjemput korban dan membawa ke rumah tersangka Sudirman yang berada di desa Cihuni, Pagedangan.

Di rumah Sudirman, ternyata sudah berkumpul para tersangka lainnya.

Usai peristiwa tersebut, korban sakit dan dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Darma Graha, Serpong pada 26 Mei. Namun, pihak keluarga mengambil paksa korban dari rumah sakit dan merawatnya di rumah.

Namun, pada 11 Juni korban akhirnya meninggal dunia.

Efri mengatakan dari penuturan tersangka, saat itu korban meminta pil kuning atau eksimer. Korban juga meminta uang Rp100 ribu per orang bagi yang akan melakukan hubungan badan dengannya.

Tersangka lantas mencari pil eksimer dan mencekoki korban dengan tiga butir pil eksimer. Alhasil, korban pun kehilangan kesadaran.

“Kemudian para tersangka menyetubuhi korban secara bergiliran,” ujarnya.

Pada 10 April, kata Efri, para tersangka juga melakukan aksi serupa terhadap korban.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan, juga diketahui bahwa para tersangka tidak pernah memberikan uang Rp100 ribu kepada korban.

“Ternyata tidak ada bayaran dari para tersangka, ini sudah kita konfrontir terhadap tersangka satu dan lainnya, tidak ada unsur pembayaran,” ujarnya.

Kemarin, polisi membongkar makam korban yang berada di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Tanjung Priyang, Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Polisi lantas mengusut kasus kematian ini karena dianggap ada yang janggal. Setelah diselidiki dan memeriksa beberapa tersangka, terungkap aksi pemerkosaan itu tidak hanya dilakukan satu kali.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharram Wibisono mengatakan pembongkaran makam itu dilakukan guna kepentingan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Muharram menyebut tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari tim Disaster Victim Identification (DVI). Hasil tersebut baru akan keluar dalam waktu 14 hari ke depan. Polisi akan terus mencari dua tersangka lainnya.

Keluarga korban juga berharap para tersangka cepat tertangkap dan diberi hukuman setimpal dengan apa yang telah para tersangka perbuat terhadap korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.