Mitos Orang Tenggelam yang Masih di Percaya

Mitos Orang Tenggelam yang Masih di Percaya - Mitos Orang Tenggelam yang Masih di Percaya

Mitos Orang Tenggelam yang Masih Aja Banyak Orang Percaya

Mitos Orang Tenggelam yang Masih di Percaya – Hampir setiap Tahun didaerah tersebut sering makan korban dengan kejadiannya sama seperti kejadian sebelumnya sering orang tenggelam.Kasus tenggelam bukanlah kasus yang baru, baik di kolam maupun wilayah perairan yang lebih luas dan berbahaya, termasuk IDN Poker Indonesia sungai, danau dan laut.

Namun sedihnya, masih banyak mitos tentang tenggelam yang terlanjur salah kaprah dan justru dijadikan pedoman, seperti hal berikut.

Korban selalu mengangkat tangan

Selain teriak, tanda-tanda seseorang sedang tenggelam lainnya yang lazim dipercaya adalah bahwa korban angkat mengangkat tangan mereka. Justru ketika seseorang tenggelam, dia justru akan cenderung diam karena takut. Meski begitu, tetap ada kemungkinan kamu mendapati korban tenggelam yang dapat memberikan tanda ini dan itu artinya, kamu perlu untuk segera menolongnya.

Floaties adalah perlengkapan yang dapat menyelamatkan nyawa

Pelampung kekinian dengan aneka bentuk seperti angsa, donat, dan lain-lain atau yang biasa disebut floaties diyakini sebagian orang sebagai alat yang dapat membantu menyelamatkan nyawa. Duh, percayalah, benda tersebut tidak sama dengan jaket pelampung yang memang dikhususkan untuk menyelamatkanmu. Pasalnya, floaties sangat mungkin untuk dapat berbalik dan justru membuatmu kembali jatuh ke dalam air.

Kamu dapat memastikan berapa lama dia tenggelam

Hanya butuh beberapa detik saja seseorang dapat terpeleset dan tenggelam tanpa ada yang menyadari. Tenggelam selama enam menit saja dapat benar-benar menghilangkan nyawa seseorang secara permanen. Karena itu, segera setelah kamu menemukan korban, bertindaklah dengan cepat.

Kamu tahu bila seseorang sedang tenggelam

Nyatanya, kamu tidak selalu dapat mengenali bila seseorang tengah tenggelam dan dalam bahaya. Korban tenggelam tidak selalu dapat berteriak, ‘tolong!’ seperti yang sering kamu temui di film maupun cerita komik dan novel.

Selama bisa renang, pasti akan baik-baik saja

Sayangnya, tak selalu demikian. Terutama pada anak, menurut American Academy of Pedicatrics, pelajaran berenang tidak lantas membuat mereka jadi tak akan tenggelam. Anak-anak tetap harus didampingi saat berada di dekat air. Walau begitu, anak-anak yang telah mengikuti kelas renang sejak kecil memiliki kemungkinan risiko untuk tenggelam lebih kecil.

Kamu bisa tahu bila korban berpura-pura

Saat melihat seseorang yang mengapung di kolam sekalipun, jangan dengan mudahnya berpikir bahwa mereka sedang bercanda. Justru ketika dia diam dan tidak bergerak, kamu perlu memastikan bahwa dia baik-baik saja. Bila dia sudah berada di dasar, segera ambil tindakan pertolongan.

Kamu harus melompat ke dalam air untuk menolong korban

Ketika seseorang sedang di dalam bahaya, American Red Cross menyarankan untuk menolong mereka dari samping atau lemparkan sesuatu seperti pelampung untuk membantu mereka tetap mengapung. Justru bila kamu lompat begitu saja, risikomu membahayakan diri semakin besar. Barulah ketika korban tidak sadar, kamu dapat menolong mereka dengan mencebur.

Siapa saja dapat menjadi korban tenggelam tanpa adanya pertanda. Untuk itu, bekali diri dengan wawasan yang tepat untuk menyelamatkan satu atau beberapa nyawa.