Misteri Gayatri, Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa

Misteri Gayatri Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa - Misteri Gayatri, Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa

Misteri Gayatri, Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa

Misteri Gayatri, Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa,- Hampir tidak ada literature dan tulisan yang mengulas sosok satu ini, Mitos yang mengatakan bahwa Alas Purwo merupakan Istana Jin terbesar di Pulau Jawa.

Tempat tinggal bagi genderuwo dan berbagai makhluk astral lain memang sudah menjadi rahasia umum. Hal ini sudah dikenal oleh masyarakat dari puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu.

Alas Purwo menyimpan banyak sekali misteri yang membuat kepo banyak warganet. Konon, hutan ini selalu memberikan suasana mistis dan tak mengenakkan bagi siapapun yang mencoba melewatinya.

Nah, salah satu dari banyak misteri adalah tentang sosok bernama Gayatri yang disebut sebagai salah satu penunggu yang ada di hutan ini.

Siapakah dia? Simak ulasannya di bawah ini ya!

Cerita yang dituturkan oleh salah seorang pemandu eskpedisi mencari mitologi di pesisir Banyuwangi

1 300x168 - Misteri Gayatri, Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa

Kalau mau googling ‘Gayatri penghuni Alas Purwo’, maka sedikit sekali rujukan yang akan kamu dapatkan, bahkan hampir tidak ada yang pernah mengulas tentang sosoknya.

Kisah ini bercerita tentang ekspedisi seorang jurnalis dan seorang pemandu ekspedisi asal Surabaya yang ingin mendokumentasikan mitologi yang ada di pesisir selatan Banyuwangi, pada 2010 silam. Di sanalah, mereka berjumpa dengan Gayatri di kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP).

Dikunjungi saat menginap di sebuah warung

Setelah perjalanan panjang menyusuri sejumlah tempat, sang jurnalis ini berhenti di Pos Pancur pantai Trianggulasi, mereka menginap di sebuah warung sempit yang hanya bisa diisi oleh beberapa orang saja, dengan posisi tidur di atas bangku seukuran badan mereka.

Di sana, penerangan yang digunakan masih berupa genset yang hidup selama 3 jam saja. Saat sang pemandu ini tak bisa tidur, ia merasakan hal ganjil diikuti oleh aroma semerbak kembang setaman. Tak lama setelahnya seorang perempuan yang mengaku bernama Gayatri masuk ke dalam warung tersebut.

Gayatri yang bercerita tentang dirinya

2 300x173 - Misteri Gayatri, Perempuan Penunggu Alas Purwo yang Terkenal Paling Angker di Pulau Jawa

Gayatri datang dengan mengenakan kemben (pakaian Jawa kuno) bermotif garis vertikal berwarna mangsi (tinta) yang menutup sebatas dada. Di salah satu pundaknya terlihat selendang dengan warna yang sama.

Gayatri ini bercerita tanpa diminta, mengatakan bahwa ia merupakan salah satu penjaga Alas Purwo, bahkan sebelum negara ini ada, dirinya sudah ada di sana.

Gayatri juga mengaku jika hidup di Alas Purwo adalah sebuah tugas yang kekal. Menebar kedamaian melalui perilaku dan tutur kata. Bukan hanya ke sesama manusia, namun kepada seluruh penghuni alam semesta.

Sosok yang tidak mengganggu manusia

Si pemandu ini bercerita bahwa petugas TNAP seperti mengetahui bahwa dirinya telah didatangi oleh Gayatri. Petugas tersebut mengatakan memang Gayatri suka mendatangi orang tertentu, namun, ia bukanlah sosok jahat yang suka mengganggu manusia.

Orang yang bisa bertemu dengan Gayatri pun hanya sosok tertentu saja. Tak banyak sejarah dan literatur yang berbicara tentang sosoknya, hanya saja, menurut pemandu ini ia menemukan bahwa salah satu nama yang muncul adalah Gayatri Sri Rajapatni. Seorang putri kerajaan Majapahit yang memilih menjadi Biksu Budhis daripada menjadi raja.

BACA JUGA: 5 Fakta Ngeri Alas Purwo yang Bakal Membuatmu Ketakutan Tapi Juga Penasaran

Gayatri memang kurang terkenal. Namun, kalau kamu bertanya kepada petugas TNAP atau warga sekitar mungkin ada dari mereka yang pernah mendengar nama ini.

Gayatri sendiri merupakan sosok penghuni hutan yang baik, bukan sosok yang hobi menyesatkan atau membuat kamu hilang dan tidak bisa pulang ke rumah lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *