Mahasiswa Penyebab Polisi Tewas Terbakar

Mahasiswa Penyebab Polisi Tewas Terbakar

Mahasiswa Penyebab Polisi Tewas Terbakar Divonis 12 Tahun Bui

Mahasiswa Penyebab Polisi Tewas Terbakar Divonis 12 Tahun Bui – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat menjatuhkan vonis 12 tahun penjara terhadap terdakwa utama dan 9 tahun bui bagi empat mahasiswa lainnya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Cianjur Slamet Santoso, usai persidangan mengatakan, menyebut putusan itu lebih ringan dari tuntutan. Jaksa sebelumnya menuntut terdakwa dua dengan hukuman 15 tahun penjara dan empat orang lainnya 13 tahun penjara.

“Mungkin ada penilaian lain dari Daftar IDN Poker Ovo, meskipun kami sudah melayangkan tuntutan di atas keputusan hari ini. Kami akan pikir-pikir terlebih dahulu sebelum melakukan keberatan atas putusan tersebut,” katanya lagi.

Sementara, kuasa hukum terdakwa, Oden Muharam Junaedi, mengatakan pihaknya akan melakukan banding atas putusan tersebut, karena vonis ini mengabaikan subtansi pleidoi para terdakwa yang ditolak hakim, meskipun putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU.

Kelima orang mahasiswa tersebut diduga dengan sengaja membakar ban yang sudah disiapkan dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite yang dilemparkan dari belakang kerumunan.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi menjadi inspektur upacara pemakaman Ipda Erwin Yuda Wildan. Ipda Erwin merupakan polisi yang meninggal setelah mendapat perawatan medis akibat luka bakar ketika mengawal aksi unjuk rasa OKP Cipayung Plus ke Kantor DPRD dan Pemda Kabupaten Cianjur, 15 Agustus lalu.

Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Rudy mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan perlindungan yang sebesar-besarnya dari Allah SWT.

Mereka divonis bersalah telah menyebabkan Ipda Erwin tewas terbakar dan tiga anggota Polres Cianjur mengalami luka bakar saat mengamankan unjuk rasa berujung ricuh di Cianjur pada tahun lalu.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi

Sidang putusan yang dipimpin hakim ketua Glorius Anggundoro, di PN Cianjur, Kamis berlangsung hingga sore. Persidangan digelar secara online.

“Selama bertugas, almarhum adalah personel Polri yang selalu mendarmabaktikan diri pada Polri sehingga patut menjadi suri tauladan bagi kita semua,” kata Rudy di Taman Makam Pahlawan Cikaret, Jalan Siliwangi, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur Kota, Kabupaten Cianjur.

Hadir dalam pemakaman tersebut pejabat utama Polda Jabar, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Dandim 0608/Cianjur, Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Soliyah dan keluarga besar Ipda Erwin.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan prosesi pemakaman Ipda Erwin dilaksanakan sebagaimana upacara pemakaman kebesaran Polri.

“Memutuskan terdakwa 1, 3, 4 dan 5 dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, dan terdakwa 2 dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena terbukti bersama-sama melawan petugas sehingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka bakar,” kata Glorius, dikutip dari Antara, Kamis.

“Kami akan mengajukan banding atas putusan tersebut, karena berbagai pertimbangan termasuk pleidoi pada persidangan sebelumnya yang ditolak. Kami berharap dalam banding dapat memperingan kembali putusannya,” kata Oden.

Diketahui lima orang mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa berujung rusuh, mengakibatkan sejumlah polisi terbakar saat mengamankan aksi mahasiswa itu, di depan Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019 silam.

Mereka didakwa telah menyebabkan tewasnya Ipda Erwin dan tiga orang anggota polisi lainnya yang mengalami luka bakar saat mengamankan aksi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.