Keunikan Adat Minang yang Jarang Diketahui Orang

Keunikan Adat Minang yang Jarang Diketahui Orang 735x400 - Keunikan Adat Minang yang Jarang Diketahui Orang

Keunikan Adat Minang yang Jarang Diketahui Orang, Bikin Kagum!

Keunikan Adat Minang yang Jarang Diketahui Orang – Minangkabau, Sumatera Barat dikenal juga dengan sebutan bumi ‘Sitti Nurbaya’. Sebutan ini muncul dari salah satu karya novel Marah Rusli yang berjudul “Kasih Tak Sampai”, di mana salah satu tokoh yang sangat populer dalam buku itu adalah Sitti Nurbaya. Adat Minang merupakan aturan serta tata cara yang berlaku dalam kehidupan harian masyarakat Minangkabau, terutama bagi mereka yang masih bertempat tinggal di Tanah Minang atau Sumatra Barat.

Bagi mereka yang sudah Download IDNPlay Poker APK bertempat tinggal di tanah rantau, tak jarang mereka masih memegang teguh adat-adat yang sudah diterapkan oleh anduang puyang atau nenek moyangnya. Adat istiadat tersebut nantinya akan diterapkan kepada anak dan cucu mereka yang tujuannya, agar adat Minang tetap lestari dan tidak luntur digerus oleh zaman yang semakin berkembang. Berikut adalah adat Minangkabau yang jarang diketahui banyak orang.

Semakin tinggi pendidikan seorang pria Minang akan semakin tinggi nilai jualnya

Ukuran harga dari calon pengantin laki-laki adalah tingkat pendidikannya. Jika dia hanya lulusan SMA, maka harga jualnya akan berbeda dengan laki-laki yang lulusan S2. Kesepakatan harga untuk uang “japuik” atau uang jemput yang diberikan keluarga mempelai wanita bisa disesuaikan juga dengan tingkat ekonominya.

Warisan atau pusako jatuh ke anak perempuan

Harta warisan dari keluarga Minang hanya jatuh ke anak perempuan saja. Anak laki-laki tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tuanya. Jika sebuah keluarga Minang tidak memiliki anak perempuan, yang berhak menerima warisan adalah keponakan perempuan dari adik atau kakak perempuan. Tujuan utama dari tradisi ini adalah, menuntut pria Minang untuk mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada orangtuanya.

Menjual anak laki-lakinya jika mirip dengan ayahnya

Jika setelah menikah dan memiliki anak laki-laki yang mirip dengan ayahnya, keluarga Minang akan menjual anak laki-lakinya yang masih bayi kepada saudaranya yang belum memiliki keturunan. Sebenarnya, istilah “jual” di sini hanya sebuah simbolis, dan tidak benar-benar dijual.

Pihak keluarga yang akan membeli memberikan sejumlah uang kepada orang tua anak laki-laki sesuai kesepakatan kedua belah pihak, anak laki-laki tersebut tetap dirawat dan dibesarkan oleh orang tuanya.

Adat seperti ini masih berlaku hingga saat ini, karena masyarakat Minangkabau percaya jika hal tersebut tidak dilakukan, anak laki-laki atau ayahnya salah satu akan meninggal dunia.

Perempuan Minang harus membeli pria Minang untuk bisa menikah

Gadis Minang yang sudah berumur cukup untuk menikah dan mau melangsungkan pernikahan, harus membeli calon pasangannya dengan harga yang disepakati oleh keluarga calon suaminya. Keluarga mempelai wanita juga harus berbesar hati untuk membiayai seluruh keperluan dalam prosesi pernikahan. Adat seperti ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau khususnya Padang Pariaman.

Prosesi adat pernikahan yang sangat panjang

Prosesi pernikahan menggunakan adat Minang tergolong “ribet”. Walau demikian, hal ini menunjukkan adat Minang sangat kaya akan adat istiadatnya. Dan tentu saja pada setiap prosesi dalam pernikahan adat Minang memiliki makna yang dalam bagi para mempelai. Berikut adalah prosesi yang harus dilalui masing-masing calon pengantin Minang:

  1. Maresek (pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria)
  2. Menimang dan Batimbang Tando  (Pengikat perjanjian yang tidak bisa dibatalkan oleh sebelah pihak. Biasanya menggunakan benda pusaka seperti keris, kain adat, dan benda-benda lainnya).
  3. Mahanta Siriah (Pada prosesi ini, Calon mempelai pria akan membawa selapah yang berisi daun nipah dan tembakau. Namun, saat ini diganti dengan rokok. Sedangkan calon memperlai wanita akan menyiapkan sirih. Tujuan dari prosesi ini untuk meminta doa restu kepada mamak-mamaknya atau paman, dan saudara ayah).
  4. Babako (Prosesi dijemputnya calon pengantin wanita untuk dibawa ke rumah keluarga ayahnya).
  5. Malam Bainan (ritual melekatkan pacar kuku atau daun inai di kuku calon pengantin wanita. Prosesi ini berlangsung sehari sebelum akad nikah).
  6. Malam Bajapuik (Prosesi paling penting dalam ritual pernikahan adat minang, yaitu penjemputan mempelai pria dan dibawa ke rumah mempelai wanita untuk melakukan akad nikah).

Garis keturunan ibu

Masyarakat Minangkabau menganut Matrilineal atau garis keturunan ibu. Misalnya seorang pria Minang memiliki suku Guci lalu menikah dengan seorang wanita Minang bersuku Tanjung, maka seluruh anaknya adalah suku Tanjung. Karena menganut Matrilineal, tak heran keluarga Minang sangat mendambakan kehadiran anak perempuan dalam pernikahannya.

Sangat menjunjung cita rasa dalam setiap masakan yang dibuat

Masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi cita rasa dari setiap masakannya. Menggunakan berbagai macam bumbu, rempah-rempah, dan sedikit sekali dalam penggunaan penyedap rasa.

Tak heran, setiap rumah makan padang yang tersebar di Indonesia laris dan disukai oleh hampir berbagai lapisan masyarakat. Bahkan, rendang makanan khas dari Sumatra Barat masuk ke dalam daftar makanan paling enak no.1 di Dunia pada tahun 2017. Wah, sebagai orang Indonesia dan tentunya orang Minang, kita patut berbangga dan mempertahankan pencapaian tersebut!.

Itulah keunikan dari adat Minang yang jarang diketahui banyak orang. Menurut kalian nomor berapa yang paling unik?