Kekayaan Brigjen Prasetijo Melejit Naik

Kekayaan Brigjen Prasetijo Melejit Naik

Kekayaan Brigjen Prasetijo Melejit Naik

Kekayaan Brigjen Prasetijo Melejit Naik, – Kasus buronan Djoko Tjandra munculkan banyak “korban”. Beberapa jenderal diduga terkait terpaksa dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas dugaan pemalsuan surat jalan untuk buronan kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra. Surat jalan itu diketahui dikeluarkan oleh sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri untuk Djoko Tjandra.

Salah satunya Brigjen Prasetijo Utomo yang diduga menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra. Ia harus dilepas dari jabatannya sebagai Kepala Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dan dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Yanma Mabes Polri.

1. Total kekayaan pada 2011 sebesar Rp549.738.763

Melansir situs https://elhkpn.kpk.go.id, ditemukan dua laporan kekayaan oleh Prasetijo. Kala itu, ia melakukan pelaporan pada 12 Agustus 2020 saat menjadi Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Jawa Timur.

Dia memiliki total kekayaan Rp549.738.763 dengan harta bergerak berupa satu unit mobil Toyota Camry 2011 dengan nilai jual Rp480 juta. Ia juga memiliki giro dan harta setara kas senilai Rp69.738.763.

2. Kekayaannya naik drastis pada 2019

Kemudian pada April 2019, Prasetijo kembali melaporkan harta kekayaannya untuk kedua kali. Saat itu dia menjabat sebagai Kepala Bagian Divisi Hubungan Internasional. Harta kekayaannya melonjak menjadi Rp3.130.000.000.

Ia juga tercatat memiliki tanah dan bangunan di Surabaya, Jawa Timur, senilai Rp2,5 milliar. Lalu memiliki satu unit mobil Toyota Fortuner Jeep 2017 senilai Rp480 juta. Serta, pada tahun 2019 memiliki uang kas senilai Rp150 juta.

3. Prasetijo diduga terlibat membuat surat jalan dan surat sehat untuk Joko Tjandra

Brigjen Prasetijo Utomo merupakan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, yang diduga menerbitkan surat jalan serta terlibat dalam pembuatan Surat Keterangan Bebas COVID-10 bagi buronan cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra.

Ia juga diduga melakukan perjalanan dengan buronan dan kuasa hukum bernama Anita Kolopaking ke Pontianak, Kalimantan Barat. Hal itu dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono berdasarkan surat izin yang sempat dibuat Prasetijo untuk pergi ke Pontianak.

“Iya (pergi dengan Djoko Tjandra), untuk pemeriksaan awal, kita dapatkan sesuai surat izinnya memang demikian yang bersangkutan membuat surat izin sendiri menuju Pontianak,” kata Awi di Mabes Polri, Senin.

Pemeriksaan sempat ditunda karena Prasetijo mengalami penurunan kondisi kesehatan, namun kini kasus Prasetijo sudah masuk dalam proses penyelidikan Polri.