Kasus COVID-19 Jakarta 6 Kali Memecah Rekor Tertinggi

Kasus COVID-19 Jakarta 6 Kali Memecah Rekor Tertinggi

Kasus COVID-19 Jakarta 6 Kali Memecah Rekor Tertinggi

Kasus COVID-19 Jakarta 6 Kali Memecah Rekor Tertinggi, – Pemerintah Indonesia mengatakan kasus Covid-19 hingga Rabu, menembus angka 104.432 pasien. Jumlah ini meningkat 2.381 orang dibandingkan dengan angka kemarin.

Hari ini merupakan rekor tertinggi kedua dalam penambahan kasus covid-19 dalam sehari. Sementara itu, rekor tertinggi masih pada 9 Juli dengan jumlah 2.657 orang.

Penambahan jumlah kasus virus corona terbanyak itu, merupakan yang keenam kalinya sepanjang Juli 2020. Penambahan kasus harian COVID-19 di Jakarta sempat pecah rekor dua kali dalam tiga hari.

Kasus COVID-19 di Jakarta sempat pecah rekor tiga kali dalam lima hari

Dalam waktu lima hari, penambahan kasus COVID-19 harian di Jakarta memecahkan rekor tertingginya sebanyak tiga kali. Pada 8 Juli terdapat 344 kasus baru, kemudian tiga hari setelahnya bertambah 359 kasus baru, dan pada 12 Juli terdapat 404 kasus baru.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat meminta semua pihak tidak menganggap enteng pandemik virus corona. Ia juga sempat menyinggung kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), apabila kasus terus melonjak tajam.

“Jangan sampai situasi ini berjalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat. Bila itu terjadi, maka kita semua kembali di dalam rumah. Perekonomian terhenti, keagamaan terhenti, sosial terhenti. Kita semua yang akan merasakan kerepotannya,” kata Anies dalam video yang diunggah YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu 12 Juli 2020.

Anies justru bersyukur DKI Jakarta memecahkan rekor kasus tertinggi empat kali

Pada Selasa, 21 Juli penambahan kasus harian COVID-19 di Jakarta memecah rekor keempat kalinya sepanjang Juli 2020. Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, terdapat 441 kasus baru, sehingga secara akumulasi terdapat 17.153 orang yang terpapar COVID-19 di Jakarta.

Anies mengaku bersyukur, karena Pemprov DKI Jakarta berhasil menemukan kasus positif di Jakarta. “Kami justru merasa bersyukur sekali bisa menemukan warga yang positif, di saat mereka tidak menyadari mereka positif,” kata dia usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu 22 Juli 2020.

Anies berpendapat, hal itu lebih baik dari pada mereka yang tidak tahu terjangkit virus corona menularkan pada keluarga dan lingkungannya. Menurut dia, positivity rate COVID-19 harus dilihat sebagai usaha Pemprov DKI menyelamatkan warga.

“Mudah-mudahan dengan kita lebih banyak (melakukan active case finding) bisa lebih cepat memutus mata rantainya,” ujar dia.

Penambahan kasus harian COVID-19 di Jakarta sempat pecah rekor dua kali dalam tiga hari

Pada Senin 27 Juli 2020, penambahan kasus harian COVID-19 di ibu kota memecah rekor lagi dengan 473 kasus. Kemudian, pada Rabu 29 Juli 2020 kasus COVID-19 di Jakarta bertambah 584 dalam sehari.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani mengatakan, sebanyak 207 dari total 584 kasus baru didapat dari tes yang dilakukan Puskesmas. Kemudian, sebanyak 377 orang dari tes yang dilakukan rumah sakit, klinik, dan lab.

“Dengan rincian 377 kasus atau 64 persen dari passive case finding, 140 kasus atau 24 persen dari contact tracing kasus sebelumnya, dan 67 kasus atau 12 persen dari active case finding,” kata dia.

Secara terpisah, Anies mengatakan, penambahan kasus COVID-19 yang melonjak tajam, karena strategi Pemprov DKI Jakarta.

“Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya,” kata dia dalam sebuah webinar, Rabu 29 Juli 2020.