Ferdian Paleka Bikin Prank Sampah

Ferdian Paleka Bikin Prank Sampah

Ferdian Paleka Bikin Prank Sampah demi Tambah Subscriber

Ferdian Paleka Bikin Prank Sampah demi Tambah Subscriber – Kepolisian mengungkap motif di balik Youtuber Ferdian Paleka membuat video dengan konten jahil atau prank pemberian sembako sampah kepada sejumlah transpuan di Kota Bandung, Jawa Barat, hanya untuk keuntungan pribadinya.

Ide itu digagas dan disepakati oleh ketiga tersangka. Yakni Ferdian Paleka, Tubagus Fahddinar, dan M. Aidil. “Yang jelas ide dari mereka sendiri, mau bikin iseng. Awalnya mereka berbincang-bincang bagaimana bisa menaikkan subscriber di YouTube. Ide pertamanya dari Aidil,” ungkap Ulung.

Seperti diketahui, aksi Ferdian cs dilakukan pada Jumat. Para tersangka menyasar para transgender di pinggir Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Ketika itu, Ferdian dan Tubagus memberikan ‘bansos’ yang di dalamnya berisi batu dan sampah kepada transpuan. Sedangkan, Aidil bertugas merekam adegan pemberian bansos tersebut dengan kamera.

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan ayah Ferdian Paleka, yakni Herman masih berstatus saksi dalam kasus prank membagi bingkisan berisi sampah kepada transpuan. Ferdian sendiri sudah berstatus tersangka.

“Status orang tuanya saat ini kita masih pendalaman dan masih pemeriksaan dengan penyidik,” kata Ulung di Mapolrestabes Bandung, Jumat. Penyidik saat ini, kata Ulung, masih mendalami dugaan keterlibatan orang tuanya tersebut dalam menyembunyikan anaknya dari kejaran polisi.

Video prank itu ke chanel Youtube Ferdian Paleka

Atas kejadian tersebut, salah satu korbannya Dhani Rizky merasa malu, terhina, dan tercemarkan nama baiknya. Dia melaporkan Ferdian ke polisi. Berikutnya, pada Minggu, para pelaku mengunggah video prank itu ke chanel Youtube Ferdian Paleka.

Sehari setelahnya, Satreskrim Polrestabes Bandung melakukan penangkapan dan dilakukan penahanan terhadap Tubagus. Ketiganya terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 miliar.

Selanjutnya, pada Jumat tim gabungan dari Resmob Polda Jawa Barat beserta dengan Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung melakukan penangkapan terhadap Ferdiansyah alias Ferdian Paleka dan M Aidil untuk selanjutnya ditahan di ruang tahanan Polrestabes Bandung.

Polisi kemudian menjerat Ferdian dkk dengan Pasal 45 Ayat 3 UU ITE tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui informasi elektronik. Selain itu polisi juga menerapkan dua pasal tambahan, yakni Pasal 36 dan Pasal 51 Ayat 2 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 webhostingreviewsbynerds.com

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Ferdian membuat konten yang membuat warganet marah itu hanya untuk menambah pelanggan (subscriber) sehingga penghasilannya dari YouTube ikut bertambah.

“Motifnya sendiri itu mengunggah lalu mencemarkan nama baik pelapor (korban) dengan mendapatkan keuntungan followers dari YouTube itu sendiri,” kata Ulung di Mapolrestabes, Jumat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.