Cara Mengatur Keuangan

Cara Mengatur Keuangan,Memiliki keamanan finansial dewasa ini menjadi salah satu tujuan hidup para milenial. Tentunya tujuan ini hanya bisa dicapai dengan memiliki pemahaman cara mengatur keuangan yang baik dan benar. Penghasilan sebanyak apapun tidak akan membuat hidupmu sejahtera jika tidak dapat mengatur keuangan dan menata dan pendapatan serta pengeluarannya. Kita akan didera masalah finansial yang bisa mengakibatkan stres hingga frustasi. Oleh karena itu sebelum masalahnya bertumpuk coba ikuti tips cara mengatur keuangan pribadi maupun keluarga agar tidak boros . Yang disupport oleh Poker Deposit 10000

By Webhostingreviewsbynerds

Cara Mengatur Keuangan Pribadi

cara mengatur keuangan manfaat - Cara Mengatur Keuangan

 

Uang membawa pengaruh yang bermacam-macam bagi kehidupan manusia. Ada yang memilih berhemat, ada juga yang kesulitan memanajemen keuangannya hingga membuat uang tersebut cepat habis. Cara yang baik untuk mengatur keuangan pribadi adalah dengan meminimalisir pengeluaran dan memaksimalkan pemasukan, dengan begitu, kehidupan ke depan akan lebih terjamin.

 

Nah, untuk kamu yang masih lajang atau belum berkeluarga, ada baiknya mulai mencoba mengelola keuangan dengan lebih baik. Coba ikuti cara-cara di bawah ini!

1. Buat Anggaran Pengeluaran

Cara yang pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatur keuangan pribadi, baik dengan gaji kecil maupun besar, adalah dengan membuat anggaran pengeluaran. Membuat anggaran pengeluaran tidak perlu sulit, yang terpenting adalah kamu harus bisa menentukan prioritas pengeluaranmu terlebih dahulu.

Menentukan prioritas akan membantumu untuk mengalokasikan pendapatan dengan lebih mudah. Beberapa prioritas yang diutamakan antara lain biaya pengeluaran sehari-hari seperti tagihan bulanan dan keperluan belanja. Setelah itu utamakan cicilan utang (jika punya), dan sisanya bisa kamu alokasikan untuk tabungan investasi, dana darurat, dan dana sosial (seperti zakat atau persepuluhan).

2. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Pribadi

Tanpa memiliki catatan keuangan pribadi, sudah tentu kita tidak akan bisa mengatur keuangan dengan baik. Rutin atau terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran pribadi memiliki banyak sekali kegunaaan dan menjadi salah satu langkah awal dari mengelola keuangan. Kamu bisa melacak ke pos mana saja pendapatan kita, sehingga ke depannya kita bisa tahu apakah ada pengeluaran yang bisa kita kurangi atau tambahi nominalnya sesuai dengan kebutuhan.

Cara ini juga berguna untuk merancang tujuan keuangan kita. Sebagai contoh, kamu punya tujuan untuk membeli sebuah laptop dalam tiga bulan ke depan, maka kamu bisa merencanakannya mulai dari sekarang dengan menabung uangnya terlebih dahulu. Kamu juga bisa memperkirakan jumlah tabungan yang perlu kamu keluarkan tiap bulannya agar tujuan tersebut bisa tercapai dalam rentang waktu yang sudah ditentukan sesuai dengan kemampuan finansial kamu.

3. Gunakan Rumus 50/30/20

Nah, kalau kamu ingin cara mengatur keuangan yang lebih rinci dan detail, coba ikuti metode Rumus 50/30/30 ala senator Amerika Serikat Elizabeth Warren yang cukup populer. Metode ini mengharuskanmu memecah pendapatan bersih menjadi tiga bagian besar, dengan penjelasan berikut ini:

  • Sisihkan 50% dari pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari dan tagihan wajib, mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan alat mandi, sampai obat-obatan juga masukkan dalam perhitungan ini. Selain itu, masukkan juga tagihan wajib seperti tagihan listrik, air, asuransi, atau cicilan lain yang belum lunas. Hitung dengan baik, apakah kebutuhan harian dan tagihan kamu cukup dengan 50% dari pendapatan? Jika ternyata overspending, maka kamu bisa mengganti beberapa barang dengan harga yang lebih murah atau ekonomis.
  • Sisihkan 30% dari pendapatan untuk hiburan dan keinginan lain, sehingga kamu tetap bisa menikmati waktu luang dengan liburan, membeli barang yang kamu suka, atau ingin mengembangkan diri dengan mengikuti pelatihan dan workshop  dengan menyiapkan budget-nya lebih awal. Jadi bukan berarti kamu tidak bisa bersenang-senang jika ingin keuanganmu aman.
  • Sisihkan 20% dari pendapatan untuk tabungan dan investasi, baik berupa dana darurat, hal atau barang yang ingin kamu capai/beli, dana pensiun, atau bahkan modal berinvestasi.

4. Bayar Hutang & Cicilan Tepat Waktu

Bebas hutang menjadi salah satu faktor utama yang membuat finansial kamu lebih aman dan nyaman, soalnya kamu tidak punya beban lain selain biaya hidup harianmu. Kamu juga akan terhindar dari stres atau risiko terlibat lingkaran setan yang tak berujung. Perilaku hutang biasanya dipicu ketika kamu memiliki kebutuhan yang tak sanggup dipenuhi oleh pendapatan harianmu, atau bahkan ketika kamu tidak mampu membayar hutangmu, kamu bisa berhutang lagi untuk membayarnya. Alhasil kamu akan terlilit jebakan hutang yang semakin lama semakin besar.

Untuk bisa segera terbebas dari hutang, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengendalikan dan berusaha sebisa mungkin untuk menyingkirkan kemungkinan berhutang. Kalau hutangmu dalam bentuk kartu kredit atau pinjaman lainnya, pastikan untuk memilih yang tidak berbunga. Kamu juga bisa menggabungkan beberapa hutang di satu tempat, sehingga kamu tidak perlu kebingungan memecah pendapatan di awal anggaran. Jangan lupa juga untuk selalu membayar cicilan tepat waktu, jangan menunggu nanti agar lekas lunas!

5. Tekan Pengeluaran Konsumtif

Kalau tadi kita sudah membahas tentang hutang, maka hal satu ini berbanding lurus juga dengan sikap hidup boros atau konsumtif. Hutang yang konsumtif akan membuat isi dompetmu semakin cekak, sehingga banyak ahli dan perencana keuangan tidak menyarankan hal tersebut. Tekan pengeluaran konsumtif yang kamu miliki, sebisa mungkin tanamkan dalam pikiran untuk selalu membeli barang yang kamu butuhkan, bukan kamu inginkan, dan dalam harga yang terjangkau.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Finansial dalam keuangan rumah tangga adalah kunci dari kesejahteraan keluarga. Mungkin kamu tidak asing lagi bahwa banyak perceraian atau pertengkaran dalam rumah tangga yang dipicu oleh masalah finansial. Sebab, mengatur keuangan di dalam keluarga memang membutuhkan kerjasama yang baik dari semua anggota keluarga. Dengan benar memahami cara untuk mengatur keuangan keluarga, seluruh keluarga bisa terjamin kehidupan baik masa kini dan masa depannya. Ini dia beberapa cara jitu untuk mengatur keuangan rumah tangga.

1. Hitung Semua Pendapatan

Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah mengukur kemampuan keuangan kamu dan pasangan terlebih dahulu. Hitung semua pendapatan bulanan yang diperoleh dari gaji atau usaha yang kamu jalankan. Jumlah angka yang diperoleh sangat penting untuk menetapkan anggaran bulanan atau alokasi dana untuk setiap detil kebutuhan keluarga. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari risiko pengeluaran yang membengkak dari pendapatan. Kuncinya kamu dan pasangan harus terbuka, beri tahu dengan jujur berapa total pendapatan yang didapat tiap bulannya dan dari mana saja.

2. Buat Anggaran Belanja Per Bulan

Membuat anggaran belanja per bulan bisa membantu pengeluaran keluarga lebih terkendali. Buatlah rencana belanja bulanan yang bisa kamu siapkan dari bulan sebelumnya. Sebaiknya pisahkan anggaran keuangan untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, dengan rincian seperti berikut ini:

  • primer contohnya biaya makan, transportasi, biaya pendidikan, tabungan, asuransi cicilan rumah, cicilan kendaraan (motor/mobil), tagihan listrik, air, dan telepon
  • sekunder contohnya belanja baju, biaya makan di luar, biaya hiburan seperti langganan internet dan televisi berlangganan
  • tersier contohnya liburan ke luar negeri, membeli skincare atau perhiasan baru, produk bermerek, furnitur mahal, ataupun mobil mewah.

Setelah itu, susun daftar belanja dengan skala prioritas, mulai dari kebutuhan primer dengan prioritas tertinggi untuk dpenuhi hingga kebutuhan tersier dengan prioritas terendah dan hanya bisa dpenuhi ketika seluruh kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi. Baru kemudian kamu bisa menetapkan anggaran dari setiap detail kebutuhan keluarga, jangan sampai melebihi kemampuan atau pendapatan keluarga dalam sebulan.

Pada prinsipnya, seluruh pendapatan harus dhabiskan atau dmasukkan dalam anggaran pengeluaran pada pos yang tepat. Jika ada sisa dana, bisa dmasukkan ke tabungan atau investasi. Kamu bisa menggunakan rumus 50 – 30 – 10 – 10. Dengan rumus tersebut, 50% dari total pendapatan keluarga akan dpergunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup. Sedangkan 30% pendapatan keluarga dpergunakan untuk membayar berbagai cicilan utang. Lalu 10% pendapatan dalokasikan untuk tabungan dan investasi. Sisanya 10% pendapatan untuk kebutuhan dana sosial.

3. Alokasikan Dana untuk Tabungan, Asuransi, dan Investasi

Dalam membuat anggaran bulanan, jangan lupa untuk tetap mengalokasikan dana untuk tabungan, asuransi, dan investasi. tambahan yang diperoleh ke dalam tabungan atau produk investasi, seperti deposito, reksadana, properti, bisnis, ataupun emas. Tapi jangan taruh dalam pos yang sama, pisahkan dengan mengalokasikan dana untuk ditabung terlebih dahulu, baru jika ada sisa bisa dinakan sebagai dana investasi.

 

Itulah dia cara mengatur keuangan yang bijak dan tepat agar keuanganmu aman dan terhindar dari masalah finansial secara pribadi maupun keluarga. Kamu tidak perlu lagi merasa sudah bekerja sekeras mungkin tetapi uang yang kamu dapatkan malah cepat habis. Sekeras apapun kamu berusaha untuk mengumpulkan uang, jika kamu tidak memahami cara untuk mengatur keuangan bulanan pribadi