1 Napi Positif Corona, 194 Napi di Lapas Bojonegoro Jalani Tes dan 6 Dikarantina

Lapas Bojonegoro

1 Napi Positif Corona, 194 Napi di Lapas Bojonegoro Jalani Tes dan 6 Dikarantina

1 Napi Positif Corona, 194 Napi di Lapas Bojonegoro Jalani Tes dan 6 Dikarantina,- Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Reinhard Silitonga, mengonfirmasi ada satu orang narapidana di LP Bojonegoro, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi corona atau Covid-19. Terkait hal itu, napi yang satu area dengannya pun kini diisolasi dari napi lainnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Pargiyono. Ia menyatakan, saat ini pihak Lapas Bojonegoro telah melakukan karantina terhadap narapidana yang satu kamar dengan terduga napi reaktif corona, dan melakukan rapid test terhadap 194 orang lainnya.

“Sudah dilakukan sterilisasi terhadap kamar yang bersangkutan dan melakukan rapid test terhadap 194 orang yang pernah dekat dengan yang bersangkutan. 6 orang yang satu kamar dengannya, juga sudah kita karantina,” tegasnya, Senin (11/5).

Ia menegaskan, untuk saat ini terduga napi yang sakit tersebut masih di rawat di Rumah Sakit Darmo Surabaya. Dari informasi yang diterimanya, pria berumur 75 tahun tersebut kini sudah dalam kondisi yang membaik. Namun demikian, ia meminta pada Kalapas Bojonegoro agar yang bersangkutan menjalani masa karantina di rumah sakit tersebut.

“Informasi dari keluarganya, katanya sudah dilakukan tes SWAB dan hasilnya negatif. Namun untuk memastikan, saya sudah perintahkan pada pihak Lapas agar mendapatkan data dari rumah sakit yang bersangkutan. Dan saya minta agar tidak buru-buru kembali ke Lapas, dan menjalani karantina di rumah sakit dulu,” tegasnya.

Dikonfirmasi dari mana kemungkinan tertular? Pargiyono menegaskan, jika melihat runtutan peristiwa yang bersangkutan, ia memastikan tidak dari dalam Lapas. Ia bercerita jika napi tersebut masuk RSUD Bojonegoro pada 5 April 2020 karena komplikasi sakit jantung, diabetes dan hipertensi.

Karena kondisinya tidak kunjung membaik maka pada 15 April 2020 ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Darmo guna mendapatkan perawatan yg lebih intensif.

“Lalu pada 3 Mei 2020 info dari pihak keluarganya ketika dilakukan rapid test katanya ia reaktif atau positif Covid-19. Melihat rentang waktunya yang melebihi masa inkubasi selama 14, maka ia tidak tertular dari dalam (Lapas),” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Reinhard Silitonga, mengonfirmasi ada satu orang narapidana di LP Bojonegoro, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi corona atau Covid-19. Hal itu disebutnya dalam Rapat Kerja Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (11/5).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.