Saat ini Tiongkok Sedang Memperketat Aturan Internet

45 - Saat ini Tiongkok Sedang Memperketat Aturan Internet

Saat ini Tiongkok Sedang Memperketat Aturan Internet

Saat ini Tiongkok Sedang Memperketat Aturan Internet – Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antara satu media elektronik dengan media elektronik yang lain dengan cepat dan tepat. Jaringan komunikasi tersebut, akan menyampaikan beberapa informasi yang dikirim melalui transmisi sinyal dengan frekuensi yang telah disesuaikan.

Untuk standar global dalam penggunaan jaringan internet sendiri menggunakan TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Otoritas berwenang Tiongkok semakin memperketat aturan internetnya. Jangkauan sensor akan mulai diterapkan semakin meluas ke berbagai informasi yang tidak hanya terkait politik dan militer, tapi juga ke bidang informasi lain. Cyberspae Administration of China (CAC) yang berwenang dalam mengatur hal tersebut.

Mulai minggu depan akan meminta para blogger dan influencer untuk memiliki kredensial yang disepakati pemerintah sebelum mereka mempublikasikan berbagai topik. Izin seperti ini sebenarnya telah diterapkan sejak tahun 2017 lalu. Tapi hanya sekitar karya tulis dalam bidang download idn poker99 apk politik dan militer saja. Kini otoritas tersebut memperluas jangkauan topik yang meliputi masalah kesehatan, ekonomi, pendidikan dan peradilan.

1. Ruang berekspresi makin menyusut
pendapat - Saat ini Tiongkok Sedang Memperketat Aturan Internet

Tiongkok adalah salah satu negara besar dengan ketangguhan ekonomi luar biasa yang paling terkenal memantau dengan ketat informasinya. Tidak seperti negara-negara Barat atau negara lain yang berpijak diatas pondasi demokrasi, Tiongkok dengan ideologi komunismenya memiliki kekuasaan untuk secara sistematis mengatur dan mengekang penduduknya.

Bahkan dalam urusan tulisan di situs mikroblogging, mereka yang biasanya menulis masalah-masalah politik dan militer mulai kehilangan kebebasan. Melansir dari laman Associated Press, salah satu profesor hubungan internasional di negara tersebut, mengeluh tentang aturan pengekangan baru itu.

Nama profeseor tersebut adalah Ma Xiaolin dan di situs mikroblogging populer Tiongkok, ia memiliki dua juta pengikut. Pihak pengelola situs mikroblogging itu baru-baru ini mengabari Ma tentang aturan baru postingan terkait topik militer, ekonomi dan politik. Pengelola situs memberitahukan Ma tidak boleh lagi menerbitkan tulisan sebelum memiliki kredensial dari pemerintah.

Ma Xiaolin yang menjadi peneliti urusan hubungan internasional dan seorang kolumnis itu mengatakan “sepertinya saya hanya bisa menempuh jalur hiburan, makanan dan minuman sekarang,” keluhnya.

Ma, sering menulis tentang perkembangan Timur Tengah. Ia termasuk salah satu penulis mikroblogging populer. Tapi kini ruang untuk berbicara semakin menyusut dengan perubahan kebijakan yang baru.

2. Melarang konten asli

Kredensial atau persyaratan yang menyatakan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu, harus di miliki seorang blogger atau influencer dan mereka akan mendapatkannya dari pemerintah. Mereka juga tak akan lagi bisa menerbitkan tulisan asli mereka sendiri jika tidak memilikinya. Dengan begitu, akan sulit untuk menemukan informasi orisinal dari publik karena semua arus informasi di kontrol oleh pemerintah.

Melansir dari laman The Hindu, CEO Weibo, situs mikroblogging populer Tiongkok yang bernama Wang Gaofei, menyatakan “komentar pada berita yang dirilis oleh media resmi diizinkan tetapi komentator tidak dapat “merilis berita” sendiri.

Dalam amatan seorang pakar kebijakan media sosial Tiongkok, Titus Chen, di National Sut Yat Sen University Taiwan, dia mengatakan “Regulator ingin mengontrol seluruh prosedur produksi informasi,” jelasnya.

Sejauh ini, belum jelas apa yang akan terjadi kepada para blogger atau influencer yang melanggar aturan. Namun menurut CAC, “Revisi kebijakan ini di maksudkan untuk ‘menstandarisasi dan mengarahkan akun publik dan platform layanan informasi agar lebih sadar diri dalam menjaga arah opini publik yang benar.”

3. ‘Self Media’ di anggap jahat oleh Tiongkok
1613609852882 2d588b538864a3b2a1a0b557d321694d 95031d2bba8fde8b923f643ece32b108 - Saat ini Tiongkok Sedang Memperketat Aturan Internet

Raksasa-raksasa teknologi Tiongkok seperti mesin pencari Baidu, aplikasi perpesanan WeChat, Sohu, Weibo dan Tencent, sebagian besar menerbitkan pemberitahuan tentang perubahan kebijakan pengetatan aturan tersebut. Di Sohu, akun tanpa kredensial di larang menulis artikel dan komentar tentang politik, ekonomi, militer, diplomatik dan urusan publik adalah topik yang di larang.

Selain itu, akun-akun tanpa kredensial juga tidak boleh mengambil di luar konteks. Dan mendistorsi konten Partai serta sejarah negara, baik itu berita maupun komentar.

Melansir dari laman Australian Broadcasting Coorporation, seorang pakar sensor digital di University of California of Berkeley mengatakan. Ini masalah besar, ini kampanye besar-besaran. Menurutnya, aturan baru yang semakin menekan para blogger dan influencer adalah cermin kekhawatiran tindakan sensor pemerintah Tiongkok yang bahkan tidak di ketahui dengan jelas apa yang membuat otoritas merasa tidak aman.

Pihak pemerintah Tiongkok sendiri, selama pandemi, menyatakan bahwa.  “Self Media dengan jahat menciptakan rumor dan dengan santai mengabaikan privasi orang lain. Sangat berdampak pada stabilitas dan harmoni masyarakat. Dan merusak hukum serta kepentingan orang lain. jelasnya dalam perubahan regulasi terbaru yang akan mulai di terapkan minggu depan.